By October 4, 2010 0 Comments

Managing Change Through Ethical Culture: Implementation of Ethical Culture Development

Managing Change Through Ethical Culture: Implementation of Ethical Culture Development

Learning Center, Jakarta | Thursday – Friday | 25 – 26 Nov, 2010 | 09:00-16:30 WIB | Rp. 3.250.000

 

LATAR BELAKANG

Pada saat ini baik pemerintahan maupun dunia bisnis di lingkungan global sedang digeluti oleh pengaruh krisis ekonomi dan keuangan yang disebabkan oleh peristiwa hancurnya kemegahan perekonomian Amerika yang juga berimbas ke Yunani, Eropa. Dampak dari gejolak yang disebabkan oleh adanya krisis tersebut benar-benar mengkhawatirkkan karena menimbulkan kesulitan terutama dalam segi pertumbuhan ekonomi, baik dalam arti moneter maupun devisa serta pertumbuhan angkatan kerja atau pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Tak pelak lagi dunia bisnis sebagai penyangga perekonomian negara baik bagi negara-negara maju maupun berkembang ikut terkena pengaruh yang cukup signifikan. Hal ini menimbulkan ketakutan di kalangan pemimpin perusahaan sehingga mereka disibukkan dengan upaya perbaikan strategi baik bisnis model maupun teknologi agar bisnis tetap berlanjut.

Dalam konteks pertumbuhan jangka panjang, suatu hal yang tidak boleh tidak dapat dipungkiri adalah perlunya peran budaya sebagai penopang dari implementasi strategi korporasi. Budaya apabila diterjemahkan sebagai budaya perusahaan bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi para pemimpin bisnis maupun anggotanya untuk dapat mengimplementasikan strategi dan misi sehingga tercapai tujuan perusahaan. Namun demikian, di dalam dunia bisnis, hal ini tidak akan selalu berdampak positif, mengingat keberhasilan yang hanya ditunjang oleh strategi dan budaya perusahaan tidak menjamin keberhasilan dalam jangka panjang. Untuk sukses dalam jangka panjang siapapun yang menjadi pemimpin bisnis saat ini perlu memikirkan peran pengembangan budaya perusahaan yang bersifat etis (budaya etika) berdasarkan prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku secara universal, yaitu good corporate governance (GCG). Dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG seperti transparency, accountability, responsibility, independency maupun fairness, maka upaya perusahaan untuk dapat maju, bertahan dan berkembang secara sustain akan menjadi kenyataan. Mengapa? Karena pada saat ini para pemimpin bisnis masih belum dapat melupakan tragedi yang diciptakan oleh Enron dan beberapa perusahaan lainnya yang hanya mengandalkan strategi korporasi dan budaya perusahaan yang tidak etis dan akhirnya membawa mereka pada kehancuran.

 

TUJUAN PENGEMBANGAN BUDAYA ETIKA

Dengan mengembangkan budaya yang bersifat etis, maka perusahaan dapat membangun perilaku compliance terhadap segala peraturan dan kebijakan yang berlaku di dunia bisnis. Ketaatan ini menjadikan perusahaan sebagai warga perusahaan yang tidak memiliki persoalan secara hukum sehingga memudahkan proses transaksi terhadap para pelaku bisnis baik pembeli, mitra bisnis maupun masyarakat.

Dalam jangka menengah perusahaan dapat mengembangkan perilaku conformance, dalam arti mampu menerapkan nilai-nilai etika bisnis yang lebih luas memiliki citra positif di mata stakeholder (corporate citizenship) sehingga setiap langkah korporasi akan memperoleh dukungan yang luas dari mereka. Tentu saja hal ini akan menyumbangkan peran dalam pengembangan perusahaan di masa depan, terutama dalam menunjang upaya-upaya inovasi maupun perbaikan keberlanjutan (continuos improvement).

Demikian pula, penerapan budaya perusahaan berbasis etika dalam jangka panjang akan membuat perusahaan mampu menghasilkan kinerja yang optimal melalui perilaku yang berorientasi pada ethical based performancel dan hal ini akan menjadikan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif berbasis budaya.

Dari pembahasan di atas tampak bahwa pengembangan budaya perusahaan berbasis etis sangat dibutuhkan bagi dunia bisnis karena berdampak pada pertumbuhan perusahaan secara sustain di masa depan.

 

SIAPA YANG HARUS HADIR

Melihat pada manfaat dari penerapan dan pengembangan budaya etika, maka selayaknya program pelatihan ini adalah para pimpinan perusahan baik eksekutif, general manager maupun manager, praktisi maupun akademisi, khususnya yang bergerak dalam pengembangan budaya perusahaan dan GCG.

 

MATERI PELATIHAN

  1. Business Values
  2. Values Model
  3. Communication of Business Values
  4. Systems for Internalizing and Implementing the Business Values
  5. Reviewing Behavioral Changes
  6. Compliance Behaviors to Business Ethics
  7. The Cases of Business Ethics
  8. Reviewing steps 1 – 7
  9. Reformulating the Business Ethics.

 

Course Instructors

Hendra Kusnoto (Chairman of GCG & Change Management PT Antam Tbk). Mr

 

Investasi

  • Rp. 3.250.000
  • + Discount 50% bagi Peserta ke 4 dari Satu Perusahaan yang Sama
  • + Exclusive Note Book Bag

 

Include

  • 1 Kali Makan Siang
  • 2 Kali Coffee Break
  • Makalah
  • Sertifikat

 

Date

Thursday – Friday | 25 – 26 Nov, 2010 | 09:00-16:30 WIB

 

Venue
Learning Center, Epicentrum Walk – Kuningan
Epicentrum WALK Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta

 

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
 

cforms contact form by delicious:days

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • TwitThis
  • Facebook
  • LinkedIn
  • MySpace
  • YahooBuzz
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Technorati
  • YahooMyWeb

About the Author:

Post a Comment